SYAIR-SYAIR ASMA’UL HUSNA
By : Emha Ainun Nadjib (Cak Nun)
Waktu kau sebut Allah
Hanya Dia-lah Ilah
Waktu kau sebut Ilah
Hanya Allahlah Dia
Waktu kau ucapkan Segalanya
Waktu tak kau ucapka apa-apa
Tetap jua: Ilah hanya Allah
Allah jua yang Ilah
Kita ada atau tidak ada
Kita durhaka atau mematuhi-Nya
disebut satu atau pun tiga
Allah Mutlak Tunggal Ada-nya
Selebihnya: hanya bayangan hampa
Dikejar orang berjuta-juta
kecuali saudara kita
Yang jujur memandang cakrawala
Ar Rohman
Di siang benderang
matahari luput dari ingatan
Sebab hanya digulita malam
Kau dambakan pencahayaan
rahmat Sang Rohman
Pada kita bergelimang
Tenggelam seluruh waktu dan ruang
dalam anugrah tak terumuskan
Tataplah
Bumi langit cinta-Nya!
Namun betapa sukar, betapa sukar
Kita begitu nekad pada-Nya
tak ada jarak untuk menatap-Nya
Maka alpa kita
akan kasih-Nya
Justru karena tak pernah
Ia tinggalkan kita!
Hanya sembahyang sejauh usia
Membuat dzikir, tak sempat lupa
Menghindari mati-mati kecil
Yang berkeliaran manaburkan setannya
Sebelum akhirnya tiba: maut besar
Yang menjelaskan segalanya
Hanya sujud, sungguh
Hanya sujud
Mengambil jarak rohani
Dari dunia maya
Ar RohiimTidak setiap orang mengetahui, bahwa
jauh di dalam jiwanya, setiap hari bergaung
selaksa doa tanpa kata
“Wahai Sang Maha Penyayang, jangan
sampai hari ini aku tak makan, jangan sampai
tak minum, jangan sampai patah tangan,
jangan sampai jiwa linglung, jangan sampai hari
berantakan, jangan sampai lepas napas dihidung,
jangan sampai kehabisan pakaian, jangan sampai
tidur tak bangun, jangan sampai menyerbu
banjir bandang, jangan sampai meledak gunung
jangan sampai pecah bintang, jangan sampai
matahari turun………”.
Dan Allah Maha mengabulkan, namun
teramat sedikit yang orang rasa dan pikirkan
Selaksa doa yang diam, selaksa penghargaan bisu
diucapkan oleh kesunyian:
Allah Maha Meniti dan Mendengarkan, kasihnya
tak terumuskan, di mulut-Nya sukma orang
orang bergelantungan
Di malam yang sepi, orang mengucapkan
permintaan-permintaan tambahan,
sebab segala telah dijamin Tuhan, terkubur
di tanah bisu kealpaan.
“Kenapakah saudaraku–demikian engkau
mengatakan–kenapakah selalu hanya kita
ingat satu diantara seribu: yakni anugrah
Allah yang ditunda, atau ia balik warna
kejadiannya–sedang dengan itu kita diajari
bagaimana membaca rahasia?”
Al Maalik
Yang memimpin alam semesta
Di dalam dan di luar dirimu
Yang memimpin bumi dan matahari
Di dalam dan di luar dirimu
Yang memimpin bintang gemintang
Di dalam dan di luar dirimu
Yang memimpin gunungdan pembukitan
Di dalam dan di luar dirimu
Yang memimpin lahar dan kawh
Di dalam dan di luar dirimu
Yangmemimpin kerajaan dan hutan
Di dalam dan di luar dirimu
Yang memimpin angin dan hujan
Di dalam dan di luar dirimu
Yang memimpin salju dan api
Di dalam dan di luar dirimu
Yang memimpin sungai dan lautan
Di dalam dan di luar dirimu
Yang memimpin ladang dan pepohonan
Di dalam dan di luar dirimu
Yang memimpin mendung dan pelangi
Di dalam dan di luar dirimu
Yang memimpin hewan dan nafiri
Di dalam dan di luar dirimu
Yang memimpin segala misteri
Yang memimpin getaran para Nabi
Yang memimpin bisikan malaikat
di batin sepi
Yang memimpin isyarat
dari hari ke hari
di dalam
dan
di luar
dirimu
Al QuddusAir murni
Tak mewakili
Sang Maha Suci
Langit biru
Tak melambangkan
Kekudusan itu
Logam paling bening
Hanya pantulan kasar
Dari Yang Maha Bening
Allah Jernih
Sang Maha Jernih
Pengetahuanku atas-Nya
Tak membenih
Penglihatanku pada-Nya
Hanya buih
Wahai!
Semoga jika telah kubuang sampah
Jika sirna aku yang serakah
Bisa sampai kangenku
Kepada Yang Tak Terbayangkan itu
0 komentar:
Posting Komentar